Tentang Perjalanan...

Agustus 01, 2018
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Jakarta, 30 Desember 2017

Labbaika Allahumma labbaika
Labbaika la syarika laka labbaika
Innal hamda wanni'mata laka wal mulka
Laa syarika laka


Shubuh yang dingin pada hari itu, ada yang berbeda. Ya... memang dingin seperti hari-hari biasanya. Namun hari yang membuatku senang dan memang sudah kutunggu-tunggu dari beberapa bulan sebelumnya akhirnya datang. Seingatku, pukul 03 aku harus bergegas meninggalkan kasurku untuk bersiap-siap dan pergi menuju Soekarno-Hatta Airport. Sepanjang jalan aku hanya terbayang-bayang dengan suasana kota yang setiap ummat Islam di dunia ini berkeinginan untuk mengunjunginya. Makkah dan Madinah, alhamdulillah dua kota yang akan aku kunjungi untuk memenuhi panggilan dari Rabb-ku, Allah ﷻ.

"Duh, makanan di sana tidak sama dengan makanan di Indonesia." "Saos sambalnya aneh loh di sana, pokoknya beda sama saos di Indonesia deh." "Suhu di sana lagi dingin2nya loh." "Hati-hati, di sana banyak orang jahat." "Jangan terpisah sama rombongan ya. pokoknya kemana-mana jangan sendiri." Berpikir keras untuk menaati setiap pesan yang datang kepadaku. Hahaha... lucunya, sampai-sampai aku sempatkan untuk membeli saos sambal sachet produk Indonesia sesaat sebelum boarding. Ya mungkin aku bisa mendapatkan 2 atau bahkan 3 bungkus lebih banyak kalau aku membelinya di warung dekat rumah. Hanya karena agar aku tidak perlu kedinginan untuk keluar hotel sendirian mencari saos sambal.😅

Madinah
Akhirnya aku sampai juga setelah beberapa jam melakukan perjalanan dari Jeddah - Madinah. Tidak sabar rasanya untuk melontarkan tubuhku yang sudah tidak nyaman lagi untuk berlama-lama duduk. Aku menyempatkan untuk tidur beberapa saat sebelum adzan shalat shubuh dikumandangkan.

Astaghfirullah...
Sudah adzan, dan akupun belum bersiap-siap untuk pergi ke masjid. Masjid Nabawi, masjid yang mulia sesuai dengan sabda Rasulullah 


صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)
Sumber : rumaysho.com

Bergegaslah aku untuk melaksanakan shalat shubuh berjama'ah di masjid. Singkat cerita, melaksanakan shalat di masjid Rasulullah ini sungguh membuatku terpukau, sangat amat terpukau. Walaupun harus menempuh jarak beberapa kilo dari tempatku menginap.

Masya Allah...
Desain masjid yang megah dan canggih, kebersihan yang terjaga, cuaca yang sejuk, dan Raudhah. Ya... Raudhah, tempat yang menurutku pada saat di sana terjadi titik balik pada kehidupanku. Emosi, semangat, putus asa, bahagia, bercampur menjadi satu saat aku hendak berusaha untuk melaksanakan shalat sunnah di sana. Raudhah secara bahasa adalah taman. Di Masjid Nabawi ada sebuah tempat yang disebut sebagai salah satu taman surga. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ


Tempat yang terletak diantara rumahku dan mimbarku adalah salah satu di antara taman-taman surga [HR. al-Bukhari no. 1195 dan Muslim no. 1390]
Sumber : almanhaj.or.id


Bagaimana aku bisa membendung isak tangis ketika aku diizinkan untuk melaksanakan shalat di taman surga? Rasanya mustahil untukku yang cengeng ini.😣




Bersambung...

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.